Economies of Scope
Economies of
Scale dengan Economies of Scope
Konsep dasar
pengertian economies of scale dan economies of scope:
A.
Economies
of scale: Semakin banyak volume out put maka
biaya rata-rata produksi semakin kecil sehingga keuntungan semakin besar.
B.
Economies
of scope: Apabila perusahaan menghasilkan
beragam jenis out put maka biaya rata-rata produksinya akan semakin kecil.
Penjelasan
deskriptif economies of scale dan economies of scope:
Seiring dengan terjadinya
peningkatan output, biaya rata-rata perusahaan untuk menghasilkan output akan cenderung menurun,
setidaknya dalam beberapa hal atau input produksi. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa alasan
seperti:
a.
Jika perusahaan
beroperasi pada skala yang lebih besar, pekerja dapat mengkhususkan diri dalam
kegiatan di mana mereka paling produktif
b.
Skala dapat membuat
pekerjaan lebih fleksibel. Dengan adanya variasi dari kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan output perusahaan, manajer dapat
mengatur proses produksi yang lebih efektif
c.
Perusahaan mungkin
dapat memperoleh beberapa input
produksi dengan biaya yang lebih rendah karena mereka membeli dalam jumlah
besar. Kombinasi dari input mungkin
berubah jika manajer mengambil keuntungan dari input biaya lebih rendah.
Namun,
pada suatu titik tertentu, kemungkinan biaya rata-rata produksi akan mulai
meningkat dengan output bisa saja
terjadi. Terdapat beberapa alasan yang mengakibatkan perubahan ini, yaitu:
a.
Dalam jangka pendek,
ruang pabrik atau kapasitas pabrik dan mesin membuat lebih sulit bagi para
pekerja untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif
b.
Mengelola perusahaan
yang lebih besar mungkin menjadi lebih kompleks dan tidak efisien karena jumlah
tugas yang semakin banyak
c.
Keuntungan membeli
dalam jumlah besar mungkin telah menghilang setelah mencapai jumlah tertentu.
Pada titik tertentu, pasokan yang tersedia untuk input pokok mungkin terbatas, dan hal ini akan mendorong biaya yang
akan dikeluarkan menjadi lebih banyak.
Hal
diataslah yang disebut dengan analisis long
run dan short run. Dimana dalam
analisis inilah kemudian diketahui atau ditemukan suatu istilah yang dinamakan economies of scale, yaitu situasi dimana
output yang dihasilkan atau
didapatkan oleh perusahaan bisa 2 kali lebih banyak dari sebelumnya, tanpa
membutuhkan biaya sebesar 2 kali lipatnya.
Contohnya adalah dalam pabrik pembuatan lemari kaca.
Awalnya mereka mampu memproduksi sebesar 1000 lemari dengan harga Rp
2.500.000,00. Dimana kemudian karena adanya efisiensi dari penggunaan mesin
dalam perusahaan, akhirnya perusahaan dapat memproduksi 2000 lemari dengan
harga Rp 2.000.000,00. Total production
cost akan meningkat menjadi 4 miliar dari sebelumnya yang sebesar 2,5
miliar. Tapi biaya per unit nya akan turun dari Rp 2.500.000,00 menjadi Rp
2.000.000,00. Asumsi perusahaan menjual lemari tersebut dengan harga
3.500.000,00 per buahnya, maka profit
margin yang didapatkan awalnya hanya sebesar Rp 1.000.000,00 meningkat
menjadi sebesar Rp 1.500.000,00 untuk setiap buahnya.
Sedangkan economies of scope adalah situasi dimana
joint output dari satu perusahaan
lebih besar dibandingkan dengan output
yang akan dicapai oleh dua perusahaan berbeda yang memproduksi barang yang
sama. Atau singkatnya dimana satu perusahaan memproduksi lebih dari 1 jenis
barang. Untuk mengukur derajat dari economies
of scope, kita harus tahu berapa persen dari biaya produksi yang
disimpan/tersimpan ketika dua atau lebih produk barang diproduksi secara
bersama sama dibandingkan secara individual (satu perusahaan memproduksi 1
jenis barang).
Dalam economies of scale, pengurangan biaya
rata rata produksi digunakan untuk menambah total produksi dalam jenis barang
yang sama, sedangkan untuk economies of
scope, penurunan biaya rata rata produksi akan digunakan untuk memproduksi
2 jenis barang atau lebih. Maka dalam perusahaan akan ada keragaman hasil
produksi.
Contohnya adalah perusahaan travel Jakarta-Bandung.
Dalam satu perusahaan terdapat berbagai jenis macam produk. Awalnya hanya
transportasi Jakarta-Bandung, tapi kemudian ada produk lain juga yaitu taksi
dan pengiriman barang. Sehingga ada keragaman produksi, dimana dapat
meningkatkan efektifitas dari perusahaan tersebut. Seperti pada saat ada
pengiriman barang ke Bandung, akan lebih efektif ketika pengiriman barang
bersamaan dengan keberangkatan travel ke Bandung.
Sumber: https://sefriton.wordpress.com/2013/03/11/perbedaan-antara-economies-of-scale-dengan-economies-of-scope/
Sumber: https://sefriton.wordpress.com/2013/03/11/perbedaan-antara-economies-of-scale-dengan-economies-of-scope/
Komentar
Posting Komentar